Heboh! Ada Spanduk Menolak Dedi Chandra Sebagai Ketua Golkar Bukittinggi

Heboh! Ada Spanduk Menolak Dedi Chandra Sebagai Ketua Golkar Bukittinggi
Heboh! Ada Spanduk Menolak Dedi Chandra Sebagai Ketua Golkar Bukittinggi

BUKITTINGGI--Menanggapi spanduk yang dipasang di kantor Golkar dijalan Jendral Sudirman, Minggu 11Juli 2021 dengan tulisan Kader Golkar Bukittinggi menolak Dedi Chandra sebagai Ketua Partai Golkar Bukittinggi, akhirnya Plt Golkar Bukittinggi Nisfan Jumadil, SH menjelaskan kepada awak media saat diwawancarai via telepon Minggu ((10/07)

Plt dari Partai Golkar Nisfan Jumadil SH menegaskan bahwa secara mekanisme proses sudah berjalan sesuai AD/ART kenapa yang lalu yang mana terjadi perdebatan argumen antara dua kubu, Pihak Kamasril CS dan Pihak Dedi Chandra, SH yang masing-masing  sebagai calon Ketua Partai Golkar Bukittinggi.

Ia mengatakan, Paska Musyawarah Daerahke-10 (09/04/21) yang mana terjadi terjadi kericuhan DPD Golkar Provinsi pimpinan sidang waktu itu Bapak Aguswanto menskors dalam batas waktu yang tidak ditemukan, namun sidang yang yang mewakili Kecamatan dan organisasi memaksakan tetap berjalan tanpa kehadiran DPD Provinsi Sumatera Barat otomatis  terkait yang mereka lakukan hal seperti itu pada saat itu tidak sah dan ilegal.

"Pada saat Musda Provinsi Sumbar  memutuskan sampai batas waktu yang tidak ditentukan, itu berarti pimpinan sidang yang lain tidak boleh memaksakan kehendak, karena terjadi dua dukungan yang berbeda, makanya DPD Golkar Sumbar membentuk Tim Pencari Fakta(TPF), " tandas Nisfan.


TPF Permasalahan Musda Partai Golkar Bukittinggi dari DPD Partai Golkar Sumbar berjumlah lima orang diantaranya,  Nisfan Jumadil, SH (Ketua), Hafrizal Okta (Sekretaris) Andi Mastian ( Anggota) Rennal Arifin, SH, MH ( Anggota) Dani Haryona ( Anggota).

 Dalam laporan TPF pada rapat Pleno Pengurus Harian DPD Partai Golkar Di sepakati Musda yang telah dilaksanakan dengan keputusan diskors dalam batas waktu yang tidak ditentukan oleh Pimpinan Sidang yaitu saudara Aguswanto yang alasannya telah terjadi dua dukungan oleh beberapa kader di 3 Kecamatan Kota Bukittinggi yang satu untuk Dedi Chandra dan satu lagi untuk Kamasril.


Setelah hasil pemeriksaan SK dari TPF Pengurus PK di 3 Kecamatan di Kota Bukittinggi ternyata SK mereka  
sudah habis tertanggal 20 Desember 2020 lalu. Kemudian hasil investigasi dalam rapat Pleno memutuskan untuk melakukan musda ulang dengan Ketua PLT yang baru dan juga seluruh ketua dan pengurus Kecamatan, ketua SC & OC, Ketua PLT Bukittinggi juga diberhentikan dan diganti dengan yang baru.


Pada saat itu kami periksa semua kelengkapan bukti yg mana di sana dikatakan oleh pihak Pak Kamasril CS mengatakan bahwa Pak Dedi Chandra adalah kader Gerindra.

"Kita tidak bisa membuktikan hanya dengan omongan saja hanya karena memakai baju kakaknya dikatakan Pak Dedi Chandra adalah partai Gerindra, ini bermuara pada persoalan hukum nantinya akan timbul pencemaran nama baik, " tegas Nisfan.


Ia melanjutkan, di partai politik perbedaan pendapat itu biasa, partai Golkar hari itu punya punya kebijakan (Diskresi)namanya, siapa yang pantas dan layak menjabat jadi pemimpin karena partai Golkar tidak boleh salah memilih dan Ketua partai Golkar harus mencari orang yang mampu berpolitik di lingkungan masing-masing serta menjaga kenyamanan partai golkar.

"Partai adalah partai yang berdemokrasi dengan cara kekeluargaan dan etika berorganisasi adalah penting dan perlu diperhatikan, " pungkas Nisfan..

Dalam waktu yang bersamaan awak media mengkonfirmasi dengan Ketua terpilih Partai Golkar Bukittinggi Dedi Chandra, SH melalui via telepon Minggu(11/07).

 "Perbedaan politik itu adalah sesuatu yang wajar dan kami akan mengajak pihak dari Kamasril CS,  untuk duduk bersama sama dengan mendukung dan membesarkan Partai Golkar dan  jangan sampai internal antar Partai menjadi konsumsi publik, " tandas Dedi.(Fang).

Bukittinggi Sumatera-Barat
Linda Sari

Linda Sari

Previous Article

Ketua PPKHI: Jangan Intimidasi dan Halang-halangi...

Related Posts